mela.rahmawati10's blog
mencari dan memberi yang terbaik
 
 
cerita inspirasi 2
Posted on September 18th, 2010 at 4:09 am by mela.rahmawati10

Nama    : Mela Putri Rahmawati

NRP       : G44100019

Laskar 18

Namaku Mela Putri Rahmawati.  Aku hanya seorang manusia biasa, tentu saja. Namun, aku berusaha untuk dapat dibanggakan, baik diri sendiri orang tua maupun teman – teman. Semenjak kecil bisa dibilang aku ini anak yang pemalu. Jika orang lain ketika ditanya oleh guru mereka dan mereka tidak mengetahui jawabannya maka mereka akan berkata tidak tau. Namun jika yang ditanya itu adalah aku maka aku hanya menggeleng – gelengkan kepala saja dengan malu. Hal tersebut yang membuat aku seharusnya bisa mendapat juara 1 malah hanya dapat menjadi 3. Tapi saat itu aku belum menyadarinya hingga ibuku memberitahuku, menyampaikan kembali kata – kata dari guru. Lalu aku mulai bersosialisasi dengan teman – teman dan mendapat teman baik. Selain itu aku meningkatkan waktu belajar hingga akhirnya bisa mendapat juara 1. Aku juga sempat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler paskibra dan mendapat lumayan banyak piala. Saat aku kelas 6 sd aku menginginkan untuk dapat bisa mejadi siswi SMPN 1 Bekasi dan aku pun belajar dengan giat. Akhirnya harapanku terkabul. Benar – benar membuatku senang.

(Read the rest of this story.)

cerita inspirasi 1
Posted on September 18th, 2010 at 3:01 am by mela.rahmawati10

Nama : Mela Putri Rahmawati
NRP: G44100019
Laskar 18
Sejak saya masih bersekolah di Sekolah Dasar hingga sekarang, saya selalu membayangkan , jika saya bersekolah, ruang kelas saya bukanlah model ruang kelas seperti biasanya yang kaku. Saya ingin ruang kelas dengan meja rendah, duduk tanpa kursi. Sekeliling adalah taman yang dibatasi dengan tirai. Kalau hujan kita bisa memandang gemercik hujan dari kelas secara langsung. Sekolah yang tenang dan damai, belajar dari alam dan membentuk pribadi tanpa mengekang.

(Read the rest of this story.)

cerita penginspirasi
Posted on August 15th, 2010 at 10:21 pm by mela.rahmawati10

Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor,” katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.

(Read the rest of this story.)